Mengungkap Keajaiban Payung Raksasa Masjid Nabawi : Teknologi Canggih di Kota Suci Madinah
Bagi siapa pun yang pernah melangkah ke pelataran Masjid Nabawi di Madinah, pemandangan puluhan payung raksasa yang mekar anggun di pagi hari tentu menjadi momen yang sangat membekas di hati. Payung-payung ini bukan sekadar peneduh dari terik matahari gurun, melainkan mahakarya arsitektur modern yang memadukan keindahan seni Islam dan teknologi mutakhir
Di balik kemegahannya yang ikonik, terdapat berbagai fakta unik dan sejarah luar biasa yang membuat payung Masjid Nabawi selalu berhasil memikat jutaan jamaah dari seluruh penjuru dunia
1. Berjumlah Lebih dari 250 Unit dengan Ukuran Raksasa
Pelataran luar Masjid Nabawi dihiasi oleh sekitar 250 payung raksasa otomatis. Setiap satu unit payung memiliki ukuran yang sangat fantastis, yakni sekitar 25 x 25 meter saat terbuka sempurna, dengan tinggi mencapai 20 meter.
Ketika seluruh payung mekar bersamaan, area pelataran seluas lebih dari 143.000 meter persegi terlindungi dari paparan sinar matahari langsung, memungkinkan ribuan jamaah beribadah dengan nyaman di luar bangunan utama.
2. Kolaborasi Teknologi Jerman dan Desain Seni Islam
Proyek pengembangan payung raksasa ini digagas pada masa pemerintahan Raja Abdullah bin Abdulaziz dan dirancang oleh perusahaan arsitektur ternama asal Jerman, SL Rasch.
Kain pelindung payung terbuat dari bahan khusus berbahan dasar PTFE (Polytetrafluoroethylene), kain sintetis canggih yang tahan terhadap panas ekstrem, tahan api, serta tidak mudah pudar atau rusak akibat sinar ultraviolet.
3. Terbuka dan Tertutup Otomatis Tanpa Suara
Proses membukanya payung membutuhkan waktu sekitar 3 hingga 5 menit secara perlahan. Keajaiban dari sistem teknis ini adalah pengoperasiannya yang hampir tidak menimbulkan suara berisik sama sekali, sehingga tidak mengganggu ketenangan dan kekhusyukan jamaah yang sedang berdzikir atau shalat di pelataran.
4. Mampu Menurunkan Suhu Hingga 8°C & Dilengkapi Semprotan Air (Misting)
Suhu udara di Madinah pada musim panas bisa melonjak hingga lebih dari 45°C. Berkat lapisan khusus pada kain payung serta sistem saluran pendingin halus (misting fan) yang terpasang pada tiang-tiangnya, payung ini mampu menurunkan suhu di area pelataran hingga 8°C lebih dingin dibanding area luar.
5. Suasana Syahdu dan Lampu Cantik di Malam Hari
Saat menjelang petang dan matahari mulai terbenam, payung-payung raksasa ini akan kuncup secara perlahan. Di bagian puncaknya terpasang lampu-lampu penerang berdesain klasik yang memancarkan cahaya hangat, menciptakan suasana malam di pelataran Masjid Nabawi yang begitu syahdu, damai, dan penuh keberkahan.
Siap Merasakan Langsung Keanggunan Masjid Nabawi?
Melihat keindahan payung Masjid Nabawi secara langsung adalah pengalaman spiritual yang sangat mengesankan. Percayakan perjalanan ibadah Umrah dan Haji Anda bersama Alfajr Tour & Travel — Penyelenggara Resmi Terpercaya yang memastikan penerbangan, hotel, dan visa Anda terjamin dengan aman dan nyaman.
