Umroh Mudah, Langsung Berangkat !

Perbedaan Musim, Suhu dan Cuaca di Makkah & Madinah yang Perlu Diperhatikan

Kategori : Umrah, Haji, Madinah, Tips, Info dan Berita, Ditulis pada : 28 September 2026, 11:57:04

Sebelum berangkat umroh, bukan hanya tiket, hotel, dan perlengkapan ibadah yang perlu dipersiapkan. Jamaah juga perlu mengetahui kondisi musim, suhu, dan cuaca di Makkah dan Madinah.

Arab Saudi memiliki iklim gurun, sehingga perbedaan antara musim panas dan musim dingin cukup terasa. Bahkan, kondisi cuaca di Makkah dan Madinah juga bisa terasa berbeda.

Dengan mengetahui perkiraan musim berdasarkan bulan keberangkatan, jamaah bisa lebih mudah menentukan pakaian dan perlengkapan yang perlu dibawa.

Pembagian Musim di Arab Saudi

Secara umum, musim di Arab Saudi dapat dibagi menjadi empat periode:

Musim Periode Gambaran Umum
Musim Dingin Desember – Februari Suhu lebih sejuk, terutama malam dan dini hari
Musim Semi Maret – Mei Suhu mulai meningkat dan cuaca semakin hangat
Musim Panas Juni – Agustus Cuaca sangat panas dan kering
Musim Gugur September – November Suhu mulai berangsur turun dari puncak musim panas

Namun, pembagian tersebut hanya sebagai gambaran umum. Suhu sebenarnya dapat berbeda tergantung tahun, waktu dalam sehari, dan kondisi cuaca saat jamaah berada di Tanah Suci.


1. Musim Dingin — Desember sampai Februari

Bulan Desember, Januari, dan Februari merupakan periode musim dingin di Arab Saudi.

Pada periode ini, suhu siang hari umumnya lebih nyaman dibandingkan musim panas. Namun, malam dan dini hari bisa terasa cukup dingin, terutama di Madinah.

Makkah

Makkah tetap dapat terasa hangat pada siang hari, tetapi suhu biasanya lebih nyaman dibandingkan musim panas. Pada malam hari, udara bisa terasa sejuk.

Madinah

Madinah umumnya terasa lebih sejuk, terutama pada malam dan dini hari. Jamaah yang terbiasa dengan cuaca tropis seperti Indonesia mungkin akan merasakan perbedaannya.

Yang perlu dibawa:

  • Jaket atau sweater

  • Pakaian lengan panjang

  • Kaos kaki

  • Pakaian yang nyaman untuk malam dan dini hari

Cocok untuk: jamaah yang kurang nyaman dengan cuaca sangat panas, meskipun tetap perlu mempersiapkan pakaian hangat.


2. Musim Semi — Maret sampai Mei

Memasuki Maret hingga Mei, suhu mulai meningkat setelah periode musim dingin.

Pada awal periode ini, cuaca masih relatif nyaman, tetapi memasuki April dan Mei, suhu biasanya mulai terasa lebih panas.

Makkah

Aktivitas di luar ruangan mulai terasa lebih hangat, terutama pada siang hari. Jamaah perlu mulai memperhatikan paparan sinar matahari dan kebutuhan cairan tubuh.

Madinah

Cuaca juga mulai menghangat. Pagi dan malam biasanya masih lebih nyaman dibandingkan siang hari.

Yang perlu diperhatikan:

  • Gunakan pakaian yang nyaman dan tidak terlalu tebal.

  • Siapkan perlindungan dari sinar matahari.

  • Perbanyak minum air.

  • Atur aktivitas di luar ruangan agar tidak terlalu lama terpapar panas.


3. Musim Panas — Juni sampai Agustus

Juni, Juli, dan Agustus merupakan periode musim panas dan menjadi salah satu periode dengan suhu paling tinggi di Arab Saudi.

Pada musim ini, cuaca di Makkah maupun Madinah dapat terasa sangat panas, terutama pada siang hari.

Makkah

Cuaca panas dan kering dapat membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan. Aktivitas berjalan kaki di luar ruangan akan terasa lebih berat ketika dilakukan di bawah sinar matahari.

Madinah

Madinah juga dapat mengalami suhu yang sangat tinggi pada musim panas. Meskipun pada waktu tertentu dapat terasa sedikit berbeda dari Makkah, jamaah tetap perlu mempersiapkan diri menghadapi cuaca panas.

Yang perlu diperhatikan:

  • Selalu cukup minum air putih.

  • Gunakan perlindungan dari sinar matahari.

  • Gunakan pakaian yang nyaman.

  • Hindari terlalu lama berada di bawah matahari langsung.

  • Istirahat yang cukup.

  • Jangan memaksakan aktivitas ketika tubuh mulai terasa lelah.

Catatan: Bagi jamaah lansia, anak-anak, atau jamaah yang kurang terbiasa dengan cuaca panas, persiapan fisik dan perlengkapan perlu lebih diperhatikan.


4. Musim Gugur — September sampai November

Pada September hingga November, suhu mulai berangsur turun setelah melewati puncak musim panas.

Namun, September biasanya masih dapat terasa cukup panas. Memasuki Oktober dan November, kondisi umumnya mulai lebih nyaman, terutama dibandingkan bulan-bulan musim panas.

Makkah

Pada September, suhu siang hari masih dapat terasa sangat panas. Memasuki Oktober dan November, cuaca perlahan menjadi lebih nyaman.

Madinah

Perubahan suhu juga mulai terasa. Pagi dan malam dapat menjadi lebih sejuk dibandingkan siang hari.

Yang perlu diperhatikan:

  • September: tetap siapkan perlengkapan menghadapi cuaca panas.

  • Oktober: siang masih hangat, tetapi mulai lebih nyaman.

  • November: udara umumnya mulai lebih sejuk, terutama pagi dan malam.


Perbedaan Makkah dan Madinah

Meskipun sama-sama berada di Arab Saudi, kondisi cuaca Makkah dan Madinah tidak selalu sama.

Makkah

Makkah secara umum memiliki kondisi yang panas dan kering, terutama ketika memasuki musim panas. Aktivitas ibadah dan perjalanan yang membutuhkan banyak berjalan kaki perlu disesuaikan dengan kondisi cuaca.

Madinah

Madinah juga memiliki iklim gurun dan dapat sangat panas pada musim panas. Namun, pada periode yang lebih sejuk, malam dan dini hari di Madinah dapat terasa cukup dingin.

Karena itu, jangan beranggapan bahwa Madinah selalu dingin atau Makkah selalu panas. Keduanya tetap dipengaruhi oleh musim dan waktu keberangkatan.


Jadi, Kalau Berangkat Bulan Apa?

Agar lebih mudah dibayangkan:

Desember – Februari
→ Musim dingin
→ Siang lebih nyaman, malam dan dini hari bisa cukup dingin

Maret – Mei
→ Musim semi
→ Suhu mulai meningkat, semakin panas menjelang Mei

Juni – Agustus
→ Musim panas
→ Cuaca sangat panas, terutama siang hari

September – November
→ Musim gugur
→ September masih panas, kemudian berangsur lebih nyaman pada Oktober–November


Apa yang Perlu Dipersiapkan Jamaah?

Apapun bulan keberangkatannya, beberapa perlengkapan berikut sebaiknya tetap disiapkan:

Jika berangkat saat cuaca panas:

  • Pakaian yang nyaman dan ringan

  • Kacamata hitam

  • Payung atau perlindungan dari sinar matahari

  • Pelembap dan perlindungan kulit

  • Botol minum

  • Sandal/sepatu yang nyaman untuk berjalan

Jika berangkat saat cuaca dingin:

  • Jaket atau sweater

  • Pakaian lengan panjang

  • Kaos kaki

  • Pakaian tambahan untuk malam dan dini hari

Untuk semua musim:

  • Jaga asupan cairan

  • Istirahat yang cukup

  • Jangan memaksakan diri ketika kelelahan

  • Sesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca

  • Cek prakiraan cuaca mendekati tanggal keberangkatan

Kesimpulan

Memahami musim, suhu, dan cuaca di Makkah dan Madinah dapat membantu jamaah mempersiapkan perjalanan dengan lebih baik.

Musim dingin berlangsung sekitar Desember–Februari, musim semi Maret–Mei, musim panas Juni–Agustus, dan musim gugur September–November.

Namun, kondisi cuaca tidak selalu sama setiap tahun. Karena itu, informasi musim sebaiknya digunakan sebagai gambaran awal, sedangkan prakiraan cuaca mendekati tanggal keberangkatan tetap menjadi acuan yang lebih tepat untuk menentukan pakaian dan perlengkapan yang dibawa.

Dengan persiapan yang tepat, jamaah dapat lebih nyaman menjalankan ibadah dan menikmati setiap perjalanan selama berada di Tanah Suci.

Cari Blog

10 Blog Terbaru

10 Blog Terpopuler

Kategori Blog

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id