Umroh Mudah, Langsung Berangkat !

Ternyata Ka'bah Pernah Ditutupi Kain Putih dan Merah! Ini Sejarah yang Jarang Diketahui.

Kategori : Umrah, Info dan Berita, Ditulis pada : 04 November 2026, 14:08:15

Ka'bah Kiswah_ A Rich Historical Journey.png

Mengapa Ka'bah Selalu Ditutup Kain Hitam? Ternyata Ini Sejarah Kiswah yang Jarang Diketahui!

Pernahkah Anda bertanya, mengapa bangunan Ka'bah di Masjidil Haram selalu terlihat megah dengan balutan kain hitam berhias benang emas?

Bagi umat Islam, Ka'bah bukan sekadar bangunan berbentuk kubus di tengah Masjidil Haram. Ka'bah merupakan kiblat umat Islam di seluruh dunia, tempat jutaan Muslim mengarahkan wajahnya ketika melaksanakan shalat.

Namun, ada satu bagian yang selalu menarik perhatian setiap jamaah yang datang ke Tanah Suci, yaitu kain hitam yang menyelimuti seluruh bangunan Ka'bah. Kain tersebut dikenal dengan nama Kiswah.

Di balik keindahannya, ternyata tersimpan sejarah panjang yang menarik untuk diketahui.

Apa Itu Kiswah Ka'bah?

Kiswah adalah kain khusus yang digunakan untuk menutupi bangunan Ka'bah. Kain ini dibuat dari bahan sutra berkualitas tinggi dan dihiasi kaligrafi ayat-ayat Al-Qur'an menggunakan benang berlapis emas dan perak.

Tidak hanya berfungsi sebagai penutup, Kiswah juga menjadi salah satu bentuk penghormatan dan pemuliaan terhadap Baitullah.

Proses pembuatannya dilakukan dengan sangat teliti oleh para pengrajin khusus di Kompleks Raja Abdulaziz untuk Kiswah Ka'bah di Makkah, Arab Saudi.

Ternyata, Kiswah Tidak Selalu Berwarna Hitam!

Ini menjadi salah satu fakta sejarah yang cukup mengejutkan.

Banyak orang mengira bahwa sejak dahulu Ka'bah selalu ditutupi kain berwarna hitam. Padahal, berdasarkan catatan sejarah, warna Kiswah pernah mengalami perubahan.

Dalam berbagai periode sejarah Islam, Kiswah pernah menggunakan warna putih, merah, hijau, kuning, hingga hitam.

Penggunaan warna hitam kemudian menjadi tradisi yang bertahan hingga sekarang. Perubahan warna tersebut berkaitan dengan pergantian dinasti dan kebijakan penguasa yang bertanggung jawab atas penyediaan Kiswah.

Jadi, warna hitam yang kita kenal saat ini bukanlah satu-satunya warna yang pernah digunakan dalam sejarah Kiswah.

Mengapa Kiswah Dihiasi Benang Emas?

Jika diperhatikan lebih dekat, bagian atas dan pintu Ka'bah memiliki hiasan kaligrafi yang sangat indah.

Hiasan tersebut bukan sekadar ornamen biasa. Di dalamnya terdapat ayat-ayat Al-Qur'an, kalimat tauhid, dan tulisan-tulisan yang berkaitan dengan keagungan Allah serta kemuliaan Baitullah.

Pengerjaannya membutuhkan ketelitian tinggi karena setiap detail sulaman dibuat secara khusus.

Berdasarkan informasi Saudi Press Agency pada Juni 2026, proses pembuatan Kiswah melalui tujuh tahapan, mulai dari persiapan dan pewarnaan sutra, penenunan, pencetakan kaligrafi, penjahitan, penyulaman, hingga pemeriksaan kualitas.

Untuk satu Kiswah, dibutuhkan sekitar:

  • 825 kilogram benang sutra mentah.

  • 120 kilogram kawat perak berlapis emas.

  • 60 kilogram perak murni.

  • 410 kilogram kapas.

Angka tersebut menunjukkan betapa besar perhatian dan ketelitian yang diberikan dalam proses pembuatan kain penutup Ka'bah.

Kiswah Diganti Setiap Tahun, Bukan Kain yang Sama Selamanya

Ada fakta menarik lainnya yang mungkin belum banyak diketahui jamaah.

Kiswah Ka'bah diganti secara berkala setiap tahun. Proses penggantian ini dilakukan oleh tim khusus yang telah mendapatkan pelatihan dan memiliki keahlian dalam menangani kain tersebut.

Prosesnya tidak dilakukan sembarangan. Setiap bagian kain dipasang dengan perhitungan dan teknik khusus agar menutupi seluruh bangunan Ka'bah dengan rapi.

Tradisi penggantian Kiswah menjadi salah satu bentuk perhatian terhadap pemeliharaan Baitullah yang terus dijaga hingga sekarang.

Melihat Ka'bah Secara Langsung, Sebuah Kerinduan yang Tidak Mudah Dijelaskan

Mungkin selama ini kita hanya bisa melihat keindahan Kiswah melalui foto, video, atau siaran langsung dari Masjidil Haram.

Namun, bagi mereka yang pernah datang ke Tanah Suci, melihat Ka'bah secara langsung tentu menjadi pengalaman yang sulit dilupakan.

Ada rasa haru ketika pertama kali berdiri di hadapan Baitullah. Ada doa-doa yang selama ini hanya terucap di rumah, akhirnya bisa dipanjatkan langsung di tempat yang begitu dirindukan.

Sebab, perjalanan umroh bukan hanya tentang mengunjungi tempat yang indah, tetapi juga tentang perjalanan hati untuk semakin dekat kepada Allah.

Semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita semua untuk bisa melihat Ka'bah secara langsung, menyentuh hati dengan keindahan Baitullah, dan kembali menjadi tamu-Nya di Tanah Suci. Aamiin Ya Rabbal Alamin.

Cari Blog

10 Blog Terbaru

10 Blog Terpopuler

Kategori Blog

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id