Umroh Mudah, Langsung Berangkat !

Panduan Lengkap Tata Cara Menggunakan Kain Ihram yang Benar, Kokoh, dan Sesuai Sunnah

Kategori : Tips, Ditulis pada : 13 Oktober 2026, 10:40:52

Pelajari tata cara menggunakan kain ihram untuk jamaah pria dan wanita secara lengkap. Mulai dari persiapan, teknik melipat kain izar & rida', hingga tips agar kain tidak mudah melorot saat tawaf.

Menggunakan kain ihram dengan benar dan kokoh merupakan salah satu kunci kenyamanan utama saat menjalankan ibadah Haji maupun Umrah. Bagi jamaah pria, kain ihram terdiri dari dua lembar kain putih tanpa jahitan: Izar (kain penutup tubuh bagian bawah) dan Rida' (kain penutup tubuh bagian atas).

Karena tidak memiliki kancing maupun jahitan, banyak jamaah pemula merasa khawatir kain ihram yang dikenakan akan melorot atau terlepas saat beraktivitas padat seperti tawaf dan sa'i. Berikut adalah panduan langkah demi langkah tata cara mengenakan kain ihram yang rapi, aman, dan sesuai sunnah Rasulullah SAW.

1. Persiapan Kebersihan Sebelum Memakai Kain Ihram

Sebelum mengenakan kain ihram dan berniat di tempat miqat, disunnahkan untuk melakukan beberapa amalan bersuci dan merapikan diri:

  • Bersuci dan Memotong Kuku: Mandi sunnah ihram, berwudhu, serta merapikan rambut, bulu tubuh, dan memotong kuku.

  • Memakai Wewangian: Menggunakan wewangian di anggota tubuh (seperti ketiak atau janggut) sebelum berniat ihram. Penting: Dilarang menyemprotkan minyak wangi langsung pada kain ihram.

  • Melepas Seluruh Pakaian Berjahit: Bagi pria, seluruh pakaian dalam, kaos, celana, serta aksesoris berjahit harus dilepas sepenuhnya.

2. Tata Cara Memakai Kain Izar (Bagian Bawah)

Kain Izar berfungsi sebagai sarung untuk menutup aurat pria dari atas pusar hingga di bawah lutut.

  1. Atur Posisi Kain: Bentangkan kain ihram di belakang tubuh. Pastikan posisi bagian atas kain berada di atas pusar dan lebarnya terbagi seimbang di sisi kanan dan kiri.

  2. Kangkangkan Kaki: Buka kedua kaki sedikit lebar (sekitar selebar bahu) saat mulai melipat. Hal ini memberi ruang agar langkah kaki tidak sempit saat berjalan jauh.

  3. Lipat Sisi Kiri dan Kanan:

    • Tarik ujung kain sisi kiri merapat ke pinggang bagian kanan.

    • Tarik ujung kain sisi kanan menutupi kain sebelah kiri ke arah pinggang sebelah kiri (seperti teknik memakai kain sarung biasa).

  4. Gulung Bagian Atas: Gulung bagian atas kain ke arah luar (ke bawah) beberapa kali mengelilingi pinggang hingga terasa kencang dan mengunci posisi kain.

  5. Gunakan Sabuk Khusus Ihram (Opsional): Untuk memastikan kain tidak melorot saat tawaf atau sa'i, gunakan sabuk/sabuk khusus ihram tanpa jahitan di atas gulungan kain tersebut.

3. Tata Cara Memakai Kain Rida' (Bagian Atas)

Kain Rida' berfungsi untuk menutupi pundak dan dada. Terdapat dua posisi penggunaan kain ini sesuai dengan prosesi ibadah yang sedang dijalankan:

A. Posisi Biasa (Di Luar Tawaf)

Saat berada di perjalanan, shalat, atau sa'i, kain Rida' dikenakan dengan menutup kedua bahu:

  • Selempangkan kain di atas kedua bahu secara simetris.

  • Biarkan kedua ujung kain terurai di bagian dada ke arah depan, atau selipkan salah satu ujungnya ke bahu sebelahnya.

B. Posisi Idhtiba' (Khusus Saat Tawaf)

Saat melakukan Tawaf Umrah atau Tawaf Qudum, jamaah pria disunnahkan menerapkan posisi Idhtiba', yaitu membuka bahu sebelah kanan:

  1. Kalungkan kain ihram dari belakang tubuh.

  2. Selipkan ujung kain sebelah kanan di bawah ketiak kanan, lalu lemparkan ujungnya ke atas bahu kiri.

  3. Biarkan bahu kanan dan ketiak kanan terbuka, sementara bahu kiri tertutup kain.

  4. Catatan Penting: Setelah selesai 7 putaran tawaf, kembalikan kain ke posisi biasa (menutupi kedua bahu) sebelum melaksanakan shalat sunnah tawaf.

4. Aturan dan Larangan Pakaian Ihram

Agar ibadah tetap sah dan tidak terkena denda (fidyah), perhatikan aturan dasar berikut:

  • Untuk Pria: Dilarang mengenakan pakaian berjahit (kaos, celana, pakaian dalam), dilarang menutup kepala dengan topi/peci yang menempel, dan dilarang memakai sepatu yang menutup tumit serta mata kaki.

  • Untuk Wanita: Memakai pakaian syar'i biasa yang menutup seluruh aurat. Wanita dilarang menggunakan cadar/penutup wajah dan sarung tangan selama dalam keadaan ihram.

Kesimpulan

Memakai kain ihram dengan benar tidak hanya menjaga keabsahan ibadah sesuai sunnah, tetapi juga memberikan kenyamanan dan rasa percaya diri selama beribadah di Tanah Suci. Pastikan Anda melatih cara melipat dan mengunci kain ihram sebelum keberangkatan agar tidak canggung saat berada di miqat. Semoga ibadah Haji dan Umrah Anda berjalan lancar dan mabrur.

 

Cari Blog

10 Blog Terbaru

10 Blog Terpopuler

Kategori Blog

Chat Dengan Kami
built with : https://erahajj.co.id